KPU Pertimbangkan Penundaan Pelaksanaan Pilbup Pidie Jaya

Jakarta – Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan penundaan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang saat ini sedang dilanda bencana gempa. KPU, kata dia, sedang mengidentifikasi apakah gempa tersebut menghambat pemungutan suara atau tidak pada tanggal 15 Februari 2017. “Nanti kita cek, apakah itu menghambat tahapan atau tidak. Dalam regulasinya adalah, apabila terjadi bencana alam atau kerusuhan masal atau lain sebagainya yang menyebabkan sebagian besar wilayah itu tidak dapat melaksanakan pemungutan suara maka pilkadanya ditunda,” ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Kamis (8/12). Sampai saat ini, KPU, kata dia, belum mendapatkan laporan sejauh mana dampak gempa terhadap kinerja KPU di Pidie Jaya. Arief mengakui bahwa gempa telah membuat bangunan rubuh dan jalanan hancur, namun kerusakan tersebut akan diperiksa dulu, apakah mempengaruhi proses pemungutan suaran dan penghitungan suara atau tidak. “Kalau ada yang tidak bisa melaksanakan maka kita lihat dulu berapa banyak yang tidak melaksanakan. Kalau sedikit maka kita perlakukan khusus sebagian kecil itu harus ditunda atau bagaimana,” terang dia. Lebih lanjut, Arief mengatakan pendirian Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga bisa menjadi terkendala jika masih terdapat jalan retak atau pun bekas-bekas reruntuhan bangunan. Pasalnya, alokasi TPS harus memenuhi syarat berikut, antara lain harus mudah diakses, berada di tempat terang, boleh di luar atau dalam ruang dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan, serta dekat dengan keberadaan pemilih. “Kalau sampai hari H itu tidak bisa diperbaiki tentu menyulitkan. Misal saya mau kirim logistik, jalan masih rusak, maka itu sulit. Kita masih punya cukup waktu 60 hari lagi sampai hari pemungutan, semoga problem itu bisa diselesaikan,” pungkas dia. Yustinus Paat/PCN BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu