Indonesia Timur Pernah Menjadi Poros Maritim Berbasis Rempah

Rimanews – Direktur Archipelago Solidarity Foundation Engelina Pattiasina menjelaskan bahwa kawasan timur Indonesia telah menjadi poros maritim sejak ratusan tahun lalu. “Belanda sudah membuktikan ratusan tahun mengontrol perekonomian dunia dari Indonesia timur, tepatnya di Maluku,” katanya usai diskusi “Peran Sektor Maritim” di Jakarta, Kamis (13/11). Baca Juga Anas Urbaningrum imbau kader Demokrat gabung Hanura Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja BPPT Kembangkan Rancang Bangun Kapal Kontainer Oleh karena itu dia mengusulkan agar pemerintah meletakan poros maritim dunia itu berada wilayah Indonesia timur agar kesenjangan ekonomi di wilayah tersebut tidak semakin ketinggalan dibanding wilayah di Indonesia barat. “Saat ini saja, pembangunan ekonomi Indonesia Timur tertinggal satu abad dari Indonesia Barat, Kalau poros ini masih dilakukan di wilayah Indonesia Barat, kami di wilayah di Indonesia Timur akan tertinggal jauh lagi,” katanya. Ia juga mempertanyakan apakah dengan konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia akan menjadikan Indonesia berdaulat secara ekonomi dan politik atau tidak. Menurutnya, kalau konsep poros jalur maritim dunia masih satu elemen dengan jalur sutera dari negara Tiongkok, dipastikan Indonesia tidak akan berdaulat secara ekonomi. “Indonesia timur pasti akan semakin tertinggal,” katanya. Dia mengusulkan agar dihidupkannya kembali jalur-jalaur maritim berbasis rempah sebagai acuan dalam membangun poros maritim karena dianggap dapat mengawal kedaulatan Indonesia. “Jalur rempah akan memandu Indonesia untuk mencapai negara lain yang memiliki hubungan perdagangan secara historis,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Poros Maritim , Indonesia Timur , Tol Laut , Jalur Sutera Tiongkok , politik , Nasional

Sumber: RimaNews