FIFA Sikapi Dualisme Liga Indonesia Awal Tahun Ini

, Jakarta – Induk sepak bola dunia, FIFA, akan menentukan sikap mereka terkait dualisme kompetisi di Indonesia pertengahan Januari nanti. Sikap FIFA akan disampaikan melalui surat yang akan dibawa langsung oleh utusan mereka ke PSSI. “Karena saat ini di Eropa sedang libur Natal dan Tahun Baru, jadi mungkin pertengahan Januari, FIFA lewat media officer -nya akan datang membawa surat itu,” kata juru bicara PSSI, Eddi Elison, ketika dihubungi, Ahad, 18 Desember 2011. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin bersama wakilnya, Farid Rahman, dan Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro pekan lalu terbang ke Tokyo, Jepang. Selain memenuhi undangan dari FIFA untuk menyaksikan laga final Piala Dunia Antarklub, Djohar memiliki agenda melobi petinggi induk sepak bola dunia itu. Djohar meminta FIFA memberi dispensasi terkait dualisme kompetisi Indonesia, yaitu Indonesian Premier League dan Indonesia Super League. PSSI hanya mengakui Indonesian Premier League sebagai liga resmi. Persoalannya, banyak pemain tim nasional yang bermain di Indonesia Super League, liga yang diharamkan PSSI. Mereka ini terancam tak bisa memperkuat tim nasional karena Pasal 79 Statuta FIFA melarang pemain yang berlaga di kompetisi tak resmi suatu negara masuk ke tim nasional. Untuk keperluan inilah Djohar Arifin cs berangkat ke Jepang. Dalam pertemuan itu, FIFA berharap klub-klub yang memboikot Indonesian Premier League kembali ke pangkuan PSSI. Namun sikap FIFA secara tertulis baru akan disampaikan pertengahan Januari mendatang. “Bagaimana cara masuknya, akan ada dalam surat tersebut,” kata Eddi. Sampai saat ini, klub-klub yang memboikot Indonesian Premier League tetap ngotot bermain di Liga Super. Sanksi untuk 10 klub yang telah dijatuhkan Komisi Disiplin, baik berupa denda atau hukuman degradasi ke divisi utama pada musim berikutnya, juga tak digubris. Tak hanya kompetisi yang terbelah, perpecahan juga terjadi di tubuh PSSI. Malam nanti, sejumlah pengurus PSSI tingkat provinsi akan menggelar rapat akbar untuk mengevaluasi kinerja Djohar Arifin. Rapat akan merekomendasikan digelarnya kongres luar biasa. Meski PSSI menggertak akan memberi sanksi kepada setiap peserta rapat akbar, ancaman induk sepak bola nasional itu hanya dianggap angin lalu. Sebab, panitia rapat tersebut mengklaim 24 pengurus PSSI tingkat provinsi dan 480 anggota PSSI akan hadir malam nanti. DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo.co