Ferguson Lebih Populer Ketimbang David Cameron

, London – Reaksi media menanggapi kepensiunan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, dianggap berlebihan. Salah satu media Inggris, The Sun , mengisi sampul situs depan dengan pemberitaan mengenai manajer asal Skotlandia itu. Surat kabar Financial Times dan Herald Tribune bahkan lebih memberitakan pensiunnya Sir Alex. Cerita Ferguson tentu lebih sensasional daripada rencana Perdana Menteri Inggis, David Cameron, untuk tahun mendatang. Pertempuran pemberitaan politik dan sepak bola memang lebih signifikan dan lebih sengit. Hal yang membuat Ferguson menguasai berita di kalangan pers Inggris adalah karena sosoknya kepemimpinannya yang mulia. Menanggapi hal ini, Ketua Football Association Greg Dyke mengatakan, “Ferguson sosok pemberani, bergairah, dan selalu bersedia untuk belajar. Seorang wartawan senior salah satu media Inggris, Alastair Campbell, mengatakan hal serupa, “Fergie memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang nyata, etos kerja yang kuat, dan rasa ingin tahu.” Bahkan, editor politik , Nick Robinson, merasa berkewajiban untuk meberitakan tentang Fergi. Dia mengatakan, “Sir Alex juga sosok besar bagi warga Inggris.” Ferguson bisa menciptakan sepak bola menjadi industri dan bisnis. Semua itu diwujudkan dan menjadi tonggak persepabakbolaan Inggris di abad saat ini. Berapa banyak manajer yang beruntung dengan mengatakan, “Beri aku 100 juta poundsterling atau Rp 1,2 triliun dan dalam waktu 5 tahun tim ini sukses.” Rival derby nya, Manchester City, sempat berupaya untuk mencari investor yang kaya raya. Jal ini bertujuan untuk menantang Ferguson. David Cameron, sang perdana menteri, pastinya juga berusaha dan belajar seperti yang dilakukan Ferguson. Akan tetapi, pepatah Inggris mengatakan “Aktor membuat sutradara miskin”. Pemerintah adalah pekerjaan yang paling sulit di muka bumi ini. Pemerintah jarang diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kebijakan yang telah dibuatnya. Banyak orang cenderung kecewa dan tidak percaya jika sudah oknum pemerintahan sudah gagal dengan pekerjaannya. Berbeda dengan sepak bola. Dalam setiap pertandingan dimungkinkan ada perbaikan dan peningkatan ke arah yang lebih baik. Fan, yang selalu mendukung dalam keadaan susah ataupun senang, juga menjadi acuan kesuksesan klub. | REZA ADITYA RAMADHAN Topik Terhangat Penggerebekan Teroris | E-KTP | Vitalia Sesha & Wanita-wanita Fathanah | Perbudakan Buruh | Pemilu Malaysia Berita Lainnya Doa Juventus untuk Ferguson Di Akun Twitter, Rooney Bukan Lagi Pemain MU Moyes Resmi Gantikan Ferguson di MU

Sumber: Tempo.co