Dualisme Pimpinan DPR Rawan Menular

Rimanews – Munculnya dualisme pimpinan di DPR bisa menjadi preseden buruk dan merembet ke institusi lain seperti eksekutif, DPRD dan lainnya. “DPR seharusnya memberi contoh yang baik. Contoh buruk yang ditunjukkan di DPR bisa menimbulkan masalah baru yang jauh lebih buruk,” kata Anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nanat Fatah Natsir, Jumat (31/10). Baca Juga DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan 2016 jadi tahun paling kelam DPR Tenaga kerja Cina membludak, DPR panggil Dirjen Imigrasi Sejumlah anggota DPD merapat ke Hanura DPR Minta Pemerintah Evaluasi Alutsista TNI Mantan Rektor UIN Bandung itu mengatakan, semua pihak pasti prihatin dengan situasi yang terjadi di DPR saat ini. Karena itu, dia berharap semua pihak di DPR bisa mengedepankan sikap kedewasaan berpolitik. “Semua pihak seharusnya mengedepankan kepentingan bangsa dan rakyat dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku. Ketidakpuasan jangan dilanjutkan dengan membuat tandingan,” tutur dia. Ketegangan politik terjadi di DPR memburuk, karena beberapa fraksi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo menyatakan membentuk pimpinan DPR tandingan. Terpisah, Presiden Jokowi berharap semua pihak, termasuk para anggota legislatif, bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Akan lebih baik kalau kita ini bersatu dan menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Presiden kepada wartawan seusai Shalat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Presiden, Jakarta. Ditanya mengenai tanggapannya atas kondisi politik di Parlemen, Presiden menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan itu penting.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Nanat Fatah Natsir , DPR , ICMI , politik , Nasional

Sumber: RimaNews