10 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Bencana

Sukabumi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melaporkan sembilan kecamatan di daerah itu, selama dua hari yaitu Rabu (9/11) dan Kamis (10/11), dilanda banjir dan longsor. “Sembilan kecamatan tersebut yakni Cidolog, Sagaranten, Kalibunder, Curugkembar, Cibitung, Ciracap, Ciemas, Cidadap, Cibadak dan Tegalbuleud,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Andi Kusnadi di Sukabumi, Kamis (10/11). Menurut dia, hingga Kamis malam, pihaknya belum menerima informasi adanya korban jiwa akibat musibah itu. Namun, akibat bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah dan puluhan fasilitas umum rusak. Kondisi yang paling parah terkena dampak bencana yakni Kecamatan Sagaranten dan Cidolog dengan jumlah rumah yang terendam banjir sebanyak 1.200 unit, belum lagi fasilitas umum lainnya seperti jembatan serta lahan pertanian dan peternakan rakyat. Sementara bencana tanah longsor mengakibatkan akses jalan tertutup tanah tebing yang longsor. Hingga saat ini petugas masih mencoba menyingkirkan material longsoran agar bisa dilalui kendaraan. “Dengan banyaknya titik longsor ini, kami sudah membagi tugas untuk penanggulangannya. Namun, untuk posko utama tetap di Kecamatan Cidolog karena daerah ini yang paling besar terkena dampak bencana yang kerugiannya ditaksir mencapai Rp15 miliar,” tambahnya. Andi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua pekan untuk mempercepat penanggulangan bencana. Untuk banjir di Kecamatan Cidolog dan Sagaranten, saat ini sudah surut, namun air bercampur lumpur masih menggenangi rumah warga. Bahkan, banyak warga yang mengungsi akibat rumahnya rusak. Bahkan di Kecamatan Cidolog sebanyak 20 rumah warga terbawa hanyut oleh arus banjir. “Ada lebih dari 3.000 jiwa yang terdampak bencana yang terjadi dalam dua hari ini. Relawan dan petugas dari berbagai intansi saat ini masih bergotong royong untuk membersihkan rumah warga. Untuk warga yang rumahnya tidak bisa dihuni sementara diungsikan ke posko pengungsian, balai desa maupun kantor kecamatan,” katanya. /CAH

Sumber: BeritaSatu