FK Krasnodar: Si Banteng dari Selatan

Bagaimana tidak, klub yang baru didirikan 9 tahun lalu ini sudah bisa disejajarkan dengan klub tradisional nan mapan semacam CSKA, Zenit, serta Spartak. Hanya dibutuhkan 3 musim bagi klub asal Krasnodar Krai untuk bisa berkompetisi di kompetisi tertinggi Rusia; bahkan 3 musim kemudian anak asuh Oleg Kononov sudah berhak bertanding di kopmetisi Eropa buah lolosnya ke partai puncak Piala Rusia 2013/14.
Adalah Sergey Galitskiy, seorang milyuner lokal yang membangun FK Krasnodar dari nol. Berbekal kegemarannya akan olah raga, lulusan Kuban State University ini menginisiasi pembentukan FK Krasnodar serta mendaftarkan klub anak bawang ini ke kompetisi tingkat terendah, Divisi 2 Zona Selatan. Di musim perdananya, Galitskiy menunjuk Vladimir Volchek untuk menakhodai armada Krasnodar.
Musim pertama Volchek menangani tim utama tidak buruk-buruk amat. Pelatih yang sebelumnya hanya pernah menangani tim cadangan Torpedo Moskwa ini berhasil membawa Krasnodar finis di peringkat 3 Divisi 2 Zona Selatan. Selaiknya hanya 2 peringkat teratas PFL yang bisa lolos berkompetisi ke Divisi 1 di musim depan, namun dewi fortuna saat itu tengah tersenyum kepada tim Galitskiy. 2 klub Divisi 1, SKA Rostov dan Sportakademklub, melayangkan surat ketidakmampuan berkompetisi secara profesional di musim 2009.

Apa yang dilakukan Galitskiy sebenarnya kurang populer di dunia sepak bola Rusia. Milyuner atau grup konglomerasi lebih gemar mengakuisisi klub yang telah lama eksis dan memiliki basis pendukung yang besar seperti yang dicontohkan Leonid Fedun dengan Spartak, Evgeny Giner dengan CSKA, atau Gazprom dengan Zenit. Selain membangun klub dari titik nol, kala itu si Banteng memiliki saudara tua yang telah lama dikenal publik Krasnodar Krai, si Katak, Kuban Krasnodar.
Kejaiban kembali muncul di penghujung musim 2010. Di musim ini, RFU selaku pemegang kendali sepak bola Rusia memutuskan untuk mengubah format liga menjadi Agustus-Mei dari sebelumnya Maret-November. Sang saudara tua, Kuban Krasnodar serta Volga Nizhny Novgorod lolos otomatis ke RFPL mengingat status mereka sebagai juara dan peringkat kedua FNL 2010/11. Kejutan muncul ketika salah satu peserta RFPL, Saturn Ramenskoye, dinyatakan bangkrut dan dibubarkan di akhir musim. Agar melengkapi jumlah peserta liga, maka posisi Saturn ditawarkan kepada peringkat 3 FNL, FK Nizhny Novgorod. Malangnya, baik FK Nizhny Novgorod maupun KAMAZ Naberezhnye Chelny yang duduk di peringkat 4 menyatakan ketidakmampuan finansial. Alhasil, FK Krasnodar yang berada di posisi kelima pun yang berhak menggantikan posisi Saturn.
Slavoljub Muslin adalah pelatih keempat sekaligus orang yang menancapkan pola permainan menyerang lewat umpan-umpan pendek kepada anak asuhnya di Krasnodar. Tidak ada nama besar yang diboyong Muslin ke Krasnodar untuk mengarungi Liga Primer musim 2011/12. Hanya ada Yura Movsisyan, Ognjen Vranje, serta Joozinho yang diboyong Januari 2011.
Di musim 2012/13 pemilik jaringan pusat perbelanjaan Magnit menjadi sangat royal. Lebih kurang 15 juta Euro digelontorkan untuk membangun skuad baru. Sejumlah nama seperti Igor Smolnikov, Mauricio Pereyra, Wnderson, serta Vladislav Ignatiev didatangkan ke Krasnodar. Di saat yang bersamaan, sang pemilik juga mulai melakukan pembangunan dan pemutakhiran akademi. Ia menyatakan bahwa jaringan sekolah sepak bola dan pemain lokal adalah fondasi Krasnodar di masa mendatang. Untuk itu kemudian juga diresmikan skuad FK Krasnodar-2 dan FK Krasnodar-3 yang berisikan pemain muda dan berkompetisi secara profesional di level bawah.
Prestasi dan kekuatan finansial yang ditunjukkan Krasnodar menjadi magnet tersendiri di musim musim berikutnya, eks-striker AZ Ari, bek tengah Genoa Andreas Granqvist, dan gelandang serang enerjik Pavel Mamaev adalah sedikit nama yang diboyong masuk Oleg Kononov. Kononov sendiri merupakan pelatih yang ditunjuk untuk menggantikan posisi Muslin yang mundur setelah mengepalai 3 pertandingan.
Bersama Kononov, Krasnodar bermain impresif dengan finis di posisi 5 RFPL unggul head-to-head dengan Spartak serta melenggang ke partai final Piala Rusia. Di partai final, Ari dkk harus mengakui kekuatan FK Rostov di adu penalti. Sebagai ganjarannya, FK Krasnodar berhak bermain di kompetisi Eropa musim 2014/15. Semenjak saat itu, Krasnodar tidak pernah absen dari kejuaraan Eropa. Penampilan mereka cukup impresif dan atraktif dengan umpan-umpan pendek yang dipadu dengan lini kedua yang solid.

Selain kokoh di kompetisi lokal, penampilan Krasnodar di kompetisi Eropa juga terus menunjukkan tren positif. Di musim pertama, Krasnodar harus puas duduk sebagai peringkat ketiga Fase Grup UEL, musim berikutnya mereka berhasil lolos ke babak 16 besar sebelum dipulangkan Sparta Praha. Musim ini, Krasnodar yang lolos sebagai peringkat 2 grup I bertemu dengan jawara Turki, Fenerbahe SK. Anak asuh Aziz Yldrm ditekuk dengan agregat 2-1.
Tugas berat kini diemban Igor Shalimov untuk menjaga spirit juara anak asuhnya. Yuri Gazinsky dkk kini aktif di 3 kompetisi penuh gengsi, RFPL, Piala Rusia, dan UEL. Di paruh musim ini Krasnodar bertengger di posisi 5 klasemen RFPL, tertinggal 12 angka dari pemuncak klasemen, Spartak Moskwa. Bukan hal yang mustahil bagi Krasnodar untuk bisa merangsek ke empat besar klasemen mengingat predikat mereka sebagai tim kuda hitam, namun di tengah tren positif Spartak, Zenit, CSKA, dan Terek di kompetisi domestik tentu tidak akan mudah perjuangan Krasnodar memperebutkan 1 spot di Eropa.
Menjadi juara Piala Rusia yang akan dianugerahi 1 spot di UEL tentu menjadi target realistis Shalimov. Tajamnya ujung tombak Krasnodar dan timnas Rusia, Fyodor Smolov, akan sangat membantu usaha si Banteng. Smolov berkontribusi besar bagi Krasnodar. Hampir separuh gol Krasnodar di liga merupakan hasil kerjanya. Ketajaman Smolov menonjol di musim lalu di mana ia dianugerahi trofi Sepatu Emas atas 20 golnya di kompetisi RFPL.
Dengan kondisi yang ada, tentu akan menarik menonton permainan Krasnodar yang agresif di sisa musim ini.

sexonpista.com situs judi bola Sumber: Supersoccer.co ID