Dirjen Imigrasi Bergerak Selidiki Kasus Wanderley

Pemain depan Al Nasr Wanderley Santos menjadi buah bibir dalam beberapa pekan terakhir usai dirinya ditelusuri adalah pemain berpaspor Indonesia. Padahal publik sepakbola nasional belum pernah sama sekali mendengar nama pemain asal Brasil ini. Pemain kelahiran Campinas, Brasil, 11 Oktober 1988 diduga memiliki paspor Indonesia palsu agar Al Nasr bisa mendaftarkan dirinya dengan kuota pemain asing asal Asia. Direktorat Jenderal imigrasi Indonesia pun bergerak cepat dalam menyelidiki status sang pemain. “Kami sudah mengetahui ada pemain yang berkiprah di UEA dan dikabarkan berkebangsaan Indonesia melalui proses naturalisasi. Kami tegaskan saat ini, Dirjen Imigrasi masih melakukan penyelidikan terkait kabar itu. Jadi, belum bisa dipastikan apakah ia benar merupakan WNI atau sebaliknya,” ujar Heru salah satu petugas dari Dirjen Imigrasi. Tak ada permintaan atas penyelidikan dari PSSI atas kejadian ini, Dirjen Imigrasi berinisiatif sendiri. “Hingga saat ini belum ada komunikasi dengan PSSI. Kami bergerak sendiri setelah melihat perkembangan terkait pemain ini yang marak di media massa,” tuturnya. Saat dikonfirmasi hingga sejauh mana penyelidikan, Heru menjelaskan bila hal itu merupakan internal pihaknya. “Kami pasti akan kabari bila penyelidikan sudah tuntas dilakukan,” katanya. Jika terbukti palsu, Wanderley bisa terkena sanksi pidana. Hal tersebut diatur dalam UU 6/2011 tentang Keimigrasian. Dalam pasal 126 huruf a disebutkan, menggunakan paspor palsu bisa dipenjara 5 tahun dan denda 500 juta.

Sumber: Bolalob