Bareskrim Ringkus Penelantar 90 WNI di Belanda

Rimanews – Bareskrim berhasil mengungkap kasus tindak perdagangan orang (TPPO) dengan tersangka Bagja Kurniawan, Mayang dan Gouw Herman yang ditangkap, Senin (7/3/2016). Para pelaku melakukan penipuan terhadap 90 warga negara Indonesia (WNI) yang ditemukan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Denhaag, Belanda. Awal Desember lalu pelaku diketahui memberangkatkan enam orang WNI ke Belanda dengan cara diimingi gaji bersar dengan syarat membayar sejumlah uang puluhan juta rupiah. Baca Juga Tersangka Kasus Pencurian Dokumen Pekerjaan Tak Ditahan Bareskrim Bareskrim Dinilai Remehkan Laporan Putri Bung Karno Putri Bung Karno Keberatan Kasus Habib Rizieq Ditangani Polda Jabar “Purwanto dan kawan-kawan ditampung di KBRI. Sebelumnya ditemukan oleh petugas imigrasi Belanda terlantar di Kota Denhaag pada Desember 2015 lalu dalam kondisi kedinginan karena musim dingin,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum, Kombes Umar Surya Fana di Bareskrim Polri, Jumat (18/2/2016). Berdasarkan pengakuan para korban, sambung Umar, saat di Indonesia, korban dijanjikan bekerja di perusahaan perkapalan dengan gaji sebesar Rp30 juta/bulan. Namun, sebelum berangkat mereka harus membayar uang sekitar Rp60 juta sampai Rp95 juta. “Korban kemudian berangkat dengan Visa Turis yang dikeluarkan Pemerintah Portugal dan dibuatkan buku pelaut (Seaman Book),” tutur Umar. Kemudian, setelah sampai di Portugal dengan transit di Brussel, Belgia, seorang warga Indonesia bernama Ali menjemputnya. “Mereka kemudian dibawa menggunakan kereta ke Denhaag, Belanda. Sampainya di Belanda mereka belum mendapatkan kerja dan terlantar di stasiun,” ucapnya. Mendapatkan laporan dari KBRI, Satgas TPPO yang dipimpin AKBP Arie Darmanto kemudian berangkat ke Negeri Kincir Angin. “Ternyata di sana ada 90 orang yang telah ditelantarkan oleh para tersangka. 12 orang kita usahakan untuk dipulangkan untuk menjadi saksi di persidangan. Sementara, puluhan orangnya tengah diurus,” kata Umar. Ketiga tersangka tambah Umar dikenakan pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dan Pasal 102 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri (PPTKILN). “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp600 juta,” tandasnya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : WNI terlantar , Bareskrim , KBRI Belanda , Pelaku , kriminal , Nasional

Sumber: RimaNews