Akhirnya, Timnas Ini Akhiri Rekor 61 Kekalahan Beruntun

Metrotvnews.com, Serravalle: Para pemain San Marino berjingkrakan di lapangan usai menahan imbang Estonia 0-0 pada lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016, dini hari nanti. Lalu, apa yang jadi penyebab euforia para penggawa San Marino? Hasil imbang bukanlah hasil yang memuaskan buat sebuah tim. Namun, bagi San Marino, hasil ini adalah suatu hal yang langka. Ya, hasil imbang ini ternyata memutus rekor buruk 61 kali kalah secara beruntun negara kecil di kawasan Italia yang hanya punya populasi 30 ribu jiwa ini (jauh di bawah populasi penduduk di Indonesia yang mencapai 244 juta jiwa). Baca juga Arti Ibu di Mata Indra Sjafri Perayaan Natal Skuat Liverpool Dimeriahkan Para Wags Carragher Rayakan Kemenangan Liverpool Seorang Diri Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Ya, hasil imbang ini menjadi yang pertama diraih San Marino sepanjang penampilannya di laga resmi. Dalam 15 laga terakhirnya, San Marino juga hanya mencetak satu gol, dan kebobolan 72 kali. Kemenangan terakhir San Marino di laga resmi terjadi pada 2004, di mana mereka menaklukkan Liechtstenstein 1-0 dalam laga uji coba, lalu menahan imbang Turki dan Latvia di babak kualifikasi Piala Dunia. Namun, setelah itu mereka selalu menelan kekalahan dalam setiap laga internasional yang mereka lakoni. Jadi wajar, apabila hasil imbang Estonia kali ini disambut bak kemenangan oleh kapten tim, Andy Selva dan kawan-kawan. “Saya masih ingin kemenangan di Liechtsteinstein pada 2004, tapi hasil kali ini memiliki arti berbeda. Saya sudah menunggu hasil seperti ini selama 11 tahun. Kami mendedikasikan hasil ini kepada Federico Crescentini, mantan pilar San Marino yang meninggal dunia beberapa tahun lalu,” ujar Selva. Kebahagiaan juga dirasakan pelatih Pierangelo Manzaroli yang memberikan kredit khusus kepada para pemainnya yang telah bekerja keras. “Dalam beberapa bulan terakhir, intensitas latihan kami meningkat dan kinerja kami akhirnya terbayar. Hasil ini merupakan reward untuk pemain, dan ini akan jadi suntikan yang bagus untuk kembali meraih hasil bagus,” lanjutnya. Sepanjang empat laga di Grup E babak kualifikasi Piala Eropa 2016, San Marino yang baru mengoleksi satu poin, sudah kebobolan 11 gol tanpa mampu sekalipun membobol gawang lawan. Imbasnya, mereka saat ini jadi juru kunci. (Goal) (ACF)

Sumber: MetroTVNews