Nasdem Sebut Isu SARA Tidak Laku di Pilgub DKI

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Nasdem yang juga Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nasdem, Willy Aditya, mengingatkan, penggunaan isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017, tidak akan mempengaruhi keputusan warga dalam memilih calon pemimpinnya. “Penggunaan isu SARA sudah tidak laku di DKI. Mereka ini (penyebar isu SARA) hanya orang-orang yang kalap dan sesat,” kata Willy, di Jakarta, Sabtu (27/8). Dalam satu sistem sosial negara demokrasi, kata dia, pro dan kontra itu adalah suatu keniscayaan. Jadi, lanjut Willy, bila ada kelompok atau golongan yang anti Ahok itu memang sangat wajar saja sejauh tidak menggunakan isu SARA sebagai basis keberadaannya. Menjelang pendaftaran bakal calon Gubernur DKI, beberapa elemen masyarakat nampak memobilisasi gerakan Anti Ahok. Tidak hanya melalui isu SARA, gerakan tersebut menunjukkan eksistensinya dengan mengumbar kondisi kesenjangan sosial masyarakat Ibu Kota. “Konstitusi kita menjamin kebebasan berekspresi setiap warga Negara, tapi tidak menebar kebencian berbasis SARA. Ini kalau dijadikan komuditas politik sangat destruktif bagi negara Pancasila, mencabik-cabik kebhinekaan dan persatuan Negara,” ucap dia. Willy mengingatkan, perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat harus berlandaskan kebijakan yang ditawarkan masing-masing kandidat. Sebaliknya, bagi mereka yang menggunakan SARA sebagai komoditas politik dalam Pilkada, justru hanya menunjukkan dan menggambarkan orang-orang yang anti Pancasila. Yeremia Sukoyo/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu